Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami.

biro haji plus di Ciwandan

saco-indonesia.com, Sebanyak 11 pecatur muda Indonesia di bawah usia 17 tahun memborong medali dalam kejuaraan "World School Chess Championship 2013" dan juara utama the 5th Alexader the Great 2013 di Chalkidiki Yunani.

LONDON, Saco-Indonesia.com - Sebanyak 11 pecatur muda Indonesia di bawah usia 17 tahun memborong medali dalam kejuaraan "World School Chess Championship 2013" dan juara utama the 5th Alexader the Great 2013 di Chalkidiki Yunani.
     
Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Athena Jani Sasanti kepada Antara London, Kamis, mengatakan kejuaraan catur dunia yang berlangsung sejak 7 berakhir 14 Mei itu diikuti 567 peserta dari 30 negara termasuk negara yang kuat dalam olah raga catur yaitu Rusia, India,Inggris dan Turki.
     
Pada World School Chess Champions 2013, Indonesia menyabet juara kedua untuk kelompok usia U-9 yaitu Diajeng Theresa Singgih dari Jabar dan juara ketiga kelompok U-15 yaitu Aay Aisyah Anisa dari Jatim, sedang peserta Indonesia muda lainnya berada di ranking 10 besar juara.
     
Sementara pada Kejuaraan the 5th Alexander the Great Open Championship 2013 yang berlangsung di tempat yang sama, Grand Master (GM) Indonesia Irene Kharima Sukandar memenangkan juara utama turnamen bergensi tersebut.
     
Duta Besar RI untuk Yunani Benny Bahanadewa menyampaikan kebangganya atas prestasi yang dicapai pecatur muda Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional dan menunjukkan Indonesia memiliki banyak GM yang akan mengantarkan Indonesia sebagai negara pecatur dunia.
     
Keikutsertan peserta Indonesia berasal dari peserta Olympiade Olah Raga Siswa Nasional (02SN) Kementerian Dikbud RI dan PB Percasi, mengikutsertakan 11 pecatur muda katagori U-9, U-11, U-13 dan U-15.
     
Sementara itu, Wakil PB Percasi Yenny Chaidir mengungkapkan kegembiraannya atas kemenangan Indonesia dan akan terus berpartisiapsi pada setiap kejuaraan international dengan harapan Indonesia dapat meningkatkan prestasinya di ajang percaturan dunia.
     
Seri Kejuaraan School Chess Internasional 2013 diselenggarakan FIDE Greece berlangsung sejak 2005 dan Yunani menjadi tempat penyelengaraan pertama kejuraan ini tahun 2009. Pada tahun 2011, kejuaraan tersebut berlangsung di Polandia. Indonesia berhasil merebut lima  kali posisi juara pada periode 2005-2009. 

 

Sumber :ANT/Kompas.com
Editor :Liwon Maulana(galipat)

saco-indonesia.com, Aparat kepolisian Sukmajaya telah berhasil mengamankan barang bukti sejumlah telepon genggam, dan alat pisau

saco-indonesia.com, Aparat kepolisian Sukmajaya telah berhasil mengamankan barang bukti sejumlah telepon genggam, dan alat pisau untuk membunuh karyawati garmen di  Gang Bijaksana 2, Jalan Raya H Dimun, RT 1/11, Sukamaju, Cilodong Kota Depok, Rabu (8/1) pagi.

Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya, AKP IK Garis juga mengatakan di lokasi kejadian petugas identifikasi Polres Depok telah berhasil menemukan senjata tajam untuk membunuh korban dan telepon genggam.

“Pisau sentlis sepanjang 20 Cm yang digunakan untuk membunuh, serta dua buah telepon genggam milik korban merek Samsung dan Nokia dan dompet wanita coklat berisi kartu identitas,Jamsostek, dan kartu tempat bekerja lokasi telah ditemukan petugas diamankan sebagai barang bukti,”ujarnya kepada Pos Kota di ruang kerjanya.

Menurut Garis, pisau yang digunakan untuk membunuh korban telah ditemukan tidak jauh dari posisi korban terbaring. “Pisau ditemukan di dalam selokan samping korban. Pelaku sengaja membuang pisau tersebut ke selokan.”

“Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihaknya telah melimpahkan kasus tersebut ke Polres Depok.”


Editor : Dian Sukmawati

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

The 2015 Met Gala has only officially begun, but there's a clear leader in the race for best couple, no small feat at an event that threatens to sap Hollywood of every celebrity it has for the duration of an East Coast evening.

That would be Marc Jacobs and his surprise guest (who, by some miracle, remained under wraps until their red carpet debut), Cher.

“This has been a dream of mine for a very, very long time,” Mr. Jacobs said.

It is Cher's first appearance at the Met Gala since 1997, when she arrived on the arm of Donatella Versace.

– MATTHEW SCHNEIER

Artikel lainnya »