Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami.

daftar umroh ramadhan Ciamis

Allah Swt telah menjadikan ibadah Haji sebagai salah satu kewajiban ibadah yang paling mulia dan merupakan bagian dari Rukun Isl

Allah Swt telah menjadikan ibadah Haji sebagai salah satu kewajiban ibadah yang paling mulia dan merupakan bagian dari Rukun Islam yang dengannya Islam tegak di muka bumi ini hingga akhir jaman.

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah bagi orang yang mampu baik dari sisi fisik maupun materi untuk bekal perjalanan dan untuk keluarga yang ditinggalkan. Mampu tidak berarti harus kaya raya karena banyak orang yang kaya namun belum berhaji, sementara banyak orang yang tidak kaya malah mampu melaksanakan Haji.

Ibadah Haji adalah puncak pencapaian spiritual seorang Muslim yang kegiatannya paling lengkap. Di dalamnya terdapat kegiatan fisik, lisan, dan rohani serta pengorbanan jiwa, waktu dan harta. Kegiatan fisik berupa Perjalanan dari tanah air ke Saudi Arabia yang menempuh jarak yang jauh dan biaya tidak sedikit serta kegiatan ibadah haji yang melelahkan karena harus bergerak dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu yang singkat. Kegiatan lisan berupa lidah yang senantiasa mengumandangkan senandung talbiyah, takbir, dzikir, dan doa untuk menempatkan Allah di atas puncak kebesaran-Nya serta mengecilkan keinginan terhadap harta, wanita dan tahta yang kerap memalingkan kita dari nur Illahi. Kegiatan rohani berupa penjagaan hati agar selalu bersih, ikhlas dan lurus dalam upaya mencapai haji Mabrur serta penyerahan diri dalam rangka mencari ridho Allah.

Hakikat ritual haji diuraikan secara provokatif oleh cendekiawan Iran, alm Dr. Ali Syariati dalam bukunya berjudul Makna Haji. Ali Syariati menunjukkan kepada kita bahwa haji bukanlah sekadar prosesi lahiriah formal belaka, melainkan sebuah momen revolusi lahir dan batin untuk mencapai kesejatian diri sebagai manusia. Menurut beliau, makna Haji yang pertama adalah mengingatkan kembali hakikat kita sebagai manusia. Melalui thawaf, Allah mendemonstrasikan cara kerja alam semesta. Bagaimana bumi, dan planet-planet di jagat raya ini berotasi dan mengelilingi orbitnya masing-masing sesuai Sunnatullah agar selamat. Dengan thawaf, manusia diajarkan untuk tidak diam di pinggiran, melainkan harus meleburkan diri dalam pusaran kafilah manusia yang akan membawanya menuju Allah.

Melalui jumrah, kita ditunjukkan kepada Iblis yang dapat menjelma menjadi tiga wajah dalam bentuk  Fir’aun (lambang kekuasaan), Karun (lambang harta), dan Bal’am (lambang intelektualitas). Melalui Wukuf, kita diingatkan kepada kisah iblis yang melakukan tipu daya kepada Adam sehingga harus turun dari surga serta terpisah dengan Hawa. Melalui perjuangan tak kenal lelah, akhirnya Allah menerima taubatnya dan dipertemukan kembali dengan Hawa di Jabal Rahmah. Melalui mabit di Mina  kita akan dibawa kepada keteladanan perjuangan Ibrahim yang berhasil mengatasi berbagai ujian keimanan dan mengatasi bujuk rayu syetan dengan memberikan pengorbanan Terbesar dalam sejarah manusia yaitu Ismail as. Ibrahim lulus dari ujian tersebut hingga diangkat menjadi Kekasih Allah, imam dan panutan bagi seluruh ummat manusia.

Saat berhaji, Pastikan jiwa mana yang kita bawa. Jiwa yang hendak bertekuk lutut dan mengakui kehinaan di hadapan Tuhan, ataukah jiwa yang hendak ‘memperalat’ Tuhan demi status baru? Ataukah sekadar memperpanjang gelar yang disandang?  Orang yang sudah berhaji haruslah menjadi manusia yang “tampil beda” (lebih lurus hidupnya) dibanding sebelumnya. Jika tidak, sesungguhnya kita tidak lebih dari hanya sekedar wisatawan yang berlibur ke tanah suci di musim haji.

Haji adalah Tamu Allah.  Dengan melaksanakan haji, kita akan menjadi Tamu yang dimuliakan oleh Allah Swt., dan sebagai Tuan Rumah maka Allah berjanji akan memuliakan tamunya serta mengabulkan apapun yang diminta tamunya tersebut. Keutamaan Ibadah Haji disetarakan dengan keutamaan jihad, karena keduanya adalah orang-orang yang menjawab panggilan ketika Allah memanggil.

Karunia terbesar bagi orang yang berhaji adalah janji Allah untuk menghapuskan seluruh dosa tamunya yang bertumpuk sejak dilahirkan hingga selesainya melaksanakan Haji. Termasuk didalamnya dosa-dosa besar yang hanya dapat dihilangkan melalui pelaksanaan wukuf di Arafah.

Sumber : http://www.alimancenter.com

Baca Artikel Lainnya : FAEDAH TANAH HARAM MAKKAH

Hujan deras yang telah mengguyur selama kurang lebih dua jam telah menyebabkan banjir kembali menyapa Ibukota. Menurut pantauan TMC Polda Metro Jaya terdapat beberapa titik ruas jalan yang direndam banjir, seperti di Jalan Gunung Sahari terdapat genangan air setinggi 10-15 cm.

Hujan deras yang telah mengguyur selama kurang lebih dua jam telah menyebabkan banjir kembali menyapa Ibukota. Menurut pantauan TMC Polda Metro Jaya terdapat beberapa titik ruas jalan yang direndam banjir, seperti di Jalan Gunung Sahari terdapat genangan air setinggi 10-15 cm.

Kemudian di depan Mangga Dua Square, banjir setinggi 15 cm siap menyambut para pengendara. Sedangkan, banjir setinggi 20 cm terdapat di depan Pabrik Gelas yang mengarah ke Grogol, Jakarta Barat. Tak hanya itu saja , di Jakarta Utara, tepatnya di depan Mall Of Indonesia, Kelapa Gading genangan air perlahan sudah mulai muncul.

Banjir setinggi 20-30 cm juga telah terjadi di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara. Sedangkan di depan Gedung Samsat, Jakarta Barat air setinggi 20-30 cm sudah menggenangi kawasan tersebut. Di Cimone, Tangerang terpantau terdapat banjir setinggi 30-40 cm.

Tak hanya banjir saja , kemacetan juga diprediksi akan menghantui para pengendara akibat hujan yang terus menerus turun. Seperti yang ditulis akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, kemacetan sudah terjadi sejak pukul 05.50 WIB, yakni di tol dalam kota arah bandara. Akibat hujan deras, kawasan Jatiwaringin-Pondok Gede arah kalimalang macet total dari kampus UIA.

Sedangkan, kondisi di tol Jagorawi mengarah ke TMII dan Jatiwaringin menuju Pangkalan Jati sudah mulai padat merayap.

From sea to shining sea, or at least from one side of the Hudson to the other, politicians you have barely heard of are being accused of wrongdoing. There were so many court proceedings involving public officials on Monday that it was hard to keep up.

In Newark, two underlings of Gov. Chris Christie were arraigned on charges that they were in on the truly deranged plot to block traffic leading onto the George Washington Bridge.

Ten miles away, in Lower Manhattan, Dean G. Skelos, the leader of the New York State Senate, and his son, Adam B. Skelos, were arrested by the Federal Bureau of Investigation on accusations of far more conventional political larceny, involving a job with a sewer company for the son and commissions on title insurance and bond work.

The younger man managed to receive a 150 percent pay increase from the sewer company even though, as he said on tape, he “literally knew nothing about water or, you know, any of that stuff,” according to a criminal complaint the United States attorney’s office filed.

The success of Adam Skelos, 32, was attributed by prosecutors to his father’s influence as the leader of the Senate and as a potentate among state Republicans. The indictment can also be read as one of those unfailingly sad tales of a father who cannot stop indulging a grown son. The senator himself is not alleged to have profited from the schemes, except by being relieved of the burden of underwriting Adam.

The bridge traffic caper is its own species of crazy; what distinguishes the charges against the two Skeloses is the apparent absence of a survival instinct. It is one thing not to know anything about water or that stuff. More remarkable, if true, is the fact that the sewer machinations continued even after the former New York Assembly speaker, Sheldon Silver, was charged in January with taking bribes disguised as fees.

It was by then common gossip in political and news media circles that Senator Skelos, a Republican, the counterpart in the Senate to Mr. Silver, a Democrat, in the Assembly, could be next in line for the criminal dock. “Stay tuned,” the United States attorney, Preet Bharara said, leaving not much to the imagination.

Even though the cat had been unmistakably belled, Skelos father and son continued to talk about how to advance the interests of the sewer company, though the son did begin to use a burner cellphone, the kind people pay for in cash, with no traceable contracts.

That was indeed prudent, as prosecutors had been wiretapping the cellphones of both men. But it would seem that the burner was of limited value, because by then the prosecutors had managed to secure the help of a business executive who agreed to record calls with the Skeloses. It would further seem that the business executive was more attentive to the perils of pending investigations than the politician.

Through the end of the New York State budget negotiations in March, the hopes of the younger Skelos rested on his father’s ability to devise legislation that would benefit the sewer company. That did not pan out. But Senator Skelos did boast that he had haggled with Gov. Andrew M. Cuomo, a Democrat, in a successful effort to raise a $150 million allocation for Long Island to $550 million, for what the budget called “transformative economic development projects.” It included money for the kind of work done by the sewer company.

The lawyer for Adam Skelos said he was not guilty and would win in court. Senator Skelos issued a ringing declaration that he was unequivocally innocent.

THIS was also the approach taken in New Jersey by Bill Baroni, a man of great presence and eloquence who stopped outside the federal courthouse to note that he had taken risks as a Republican by bucking his party to support paid family leave, medical marijuana and marriage equality. “I would never risk my career, my job, my reputation for something like this,” Mr. Baroni said. “I am an innocent man.”

The lawyer for his co-defendant, Bridget Anne Kelly, the former deputy chief of staff to Mr. Christie, a Republican, said that she would strongly rebut the charges.

Perhaps they had nothing to do with the lane closings. But neither Mr. Baroni nor Ms. Kelly addressed the question of why they did not return repeated calls from the mayor of Fort Lee, N.J., begging them to stop the traffic tie-ups, over three days.

That silence was a low moment. But perhaps New York hit bottom faster. Senator Skelos, the prosecutors charged, arranged to meet Long Island politicians at the wake of Wenjian Liu, a New York City police officer shot dead in December, to press for payments to the company employing his son.

Sometimes it seems as though for some people, the only thing to be ashamed of is shame itself.

The bottle Mr. Sokolin famously broke was a 1787 Château Margaux, which was said to have belonged to Thomas Jefferson. Mr. Sokolin had been hoping to sell it for $519,750.

Artikel lainnya »