Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami.

jadwal umroh desember di Citangkil

Setelah memasarkan ponsel pintar BlackBerry Z10 dengan desain layar sentuh pada Maret lalu, kini BlackBerry Indonesia resmi meluncurkan BlackBerry Q10 dengan desain papan ketik fisik di Bandung, Selasa (4/6/2013).

BANDUNG, Saco-Indonesia.com - Setelah memasarkan ponsel pintar BlackBerry Z10 dengan desain layar sentuh pada Maret lalu, kini BlackBerry Indonesia resmi meluncurkan BlackBerry Q10 dengan desain papan ketik fisik di Bandung, Selasa (4/6/2013).

Managing Director BlackBerry Indonesia Maspiyono Handoyo, optimis ponsel ini akan sesukses BlackBerry Z10. Apalagi, BlackBerry Q10 memiliki desain dengan keypad format QWERTY yang cocok dengan selera konsumen Indonesia.

"BlackBerry Q10 punya fitur yang sama dengan BlackBerry Z10, karena keduanya memakai sistem operasi yang sama yaitu BlackBerry 10," ujar Maspiyono.

BlackBerry Q10 yang tersedia dalam pilihan warna putih dan hitam ini mulai dipasarkan secara massal pada 27 Juni dengan harga Rp 7,5 juta. Harga ini lebih mahal dari BlackBerry Z10 yang dijual seharga Rp 7 juta.

BlackBerry Q10 diperkuat dengan prosesor dual- core 1,5GHz, RAM 2GB, memori internal 16GB yang dapat diperluas dengan tambahan kartu memori MicroSD. Kamera belakangnya dibekali sensor 8MP  dengan LED flash dan kamera depan 2MP.

Ponsel yang dibekali baterai berkapasitas 2.100mAh ini, telah mendukung koneksi nirkabel 3G, 4G LTE, dan NFC. Selain itu, ia juga bisa terhubung dengan koneksi WiFi dan Bluetooth.

Tidak ada trackpad atau trackball. Tombol-tombol fisik yang biasanya menghiasai ponsel BlackBerry lawas, seperti tombol telepon, menu, back, dan tombol daya, juga sudah ditiadakan di BlackBerry Q10. Navigasi bisa dilakukan dengan keypad atau menyentuh layar seluas 3,1 inci. Layar ini mendukung resolusi 720 x 720 pixel dengan ketajaman 360 pixel per inci.

Editor:Liwon Mmaulana

Sumber:Kompas.com

saco-indonesia.com, TIPS MENGOPERASIKAN MESIN GENSET (GENERATOR SET) RUMAHAN Kebutuhan akan energi listrik saat ini juga sangat

saco-indonesia.com, TIPS MENGOPERASIKAN MESIN GENSET (GENERATOR SET) RUMAHAN Kebutuhan akan energi listrik saat ini juga sangat penting, untuk dapat menjamin ketersediaan energi istrik di rumah, kantor bahkan di industri terkadang kita harus menyiapkan suber daya listrik selain dari perusahaan penyedia energy listrik (PLN) yaitu dengan generator set (genset). Kami dari team “Jasa kelistrikan Makassar “ Akan memberikan beberapa tips dan saran bagaimana cara untuk mengoperasikan genset dirumah anda semoga bisa dapat membantu. I. Menghidupkan Mesin Genset Ada beberapa hal yang sangat penting yang harus perlu diperhatikan dalam menghidupkan mesin genset,supaya mesin anda bisa beroperasi dengan baik sebagai berikut : Sebelum mesin Anda dihidupkan Periksalah terlebih dahulu minyak pelumas mesin apa telah yang tersedia sesuai dengan takarannya. Perikasa Air pendingin mesin(Radiator) apabila mesin anda telah memakai pendingin Air,kalau tidak memiliki Radiator usahakan penempatan mesin genset Anda berada pada tempat yang sirkulasi udaranya bebas (tidaka kedap Udara) Periksa bahan Bakar mesin Untuk mesin yang dengan menggunakan Vanbelt periksa kekencangannya apa dalam kondisi sesuai. Periksa ketersediaan daya listrik ACCU dengan melihat pada alat ukur mesin bila tersedia bagi mesin yang menggunakan start elektrik. Pastikan MCB (Main Circuit Breaker)dalam keadaan off sebelum mesin dihidupkan . Setelah semua syarat diatas telah terpenuhi hidupkan mesin genset anda. Perhatikan semua alat ukur pada mesin(Volt meter menunjuk 220V/380V untuk Genset 3pole,HZ meter menujuk 50 Hz,),Setelah mesin genset beroperasi dengan stabil ,siap di hubungkan ke beban terpasng dengan tetap harus memperhatikan kemampuan dan kapasitas mesinnya. II. Pembebanan Mesin Genset Hal-hal yang harus perlu diperhatikan dalam pembebanan mesin genset sebagai berikut : Pastikan instalasi anda benar-benar sudah terhubung ke system instalasi daya listrik mesin genset ,untuk yang memakai COS(change over switch). Beban mesin genset anda harus sesuai dengan kapasitasnya,lihat buku petunjuk pada mesin kalau buku petunjuknya yang sudah tidak ada, bebani 70 – 80 % dari maksimal kapasitas dengan tetap harus memperhatikan kondisi mesin yang sedang beroperasi.Hindari pembebanan maksimal pada mesin untuk dapat menjaga lonjakan beban yang tidak bisa di perkirakan karena akan dapat merusak mesin genset anda. Bebani mesin ganset anda secara bertahap untuk dapat menghindari lonjakan beban yang bisa dapat merusak mesin genset anda. Selama mesin beropersi perhatikan suara mesin apakah tidak ada kelainan,perhatikan semua alat ukur yang ada pada mesin apakah bekerja dengan benar. III. Mematikan Mesin Genset Hal-hal yang harus perlu diperhatikan dalam mematikan mesin genset sebagai berikut : Mematikan mesin,dalam mematikan mesin genset Anda ,matikan semua beban daya listrik yang telah terhubung ke mesin genset anda kemudian mesin genset anda boleh di matikan. Matikan mesin genset,off kan MCB (main circuit breaker) genset,tutup saluran bahan bakar. Editor : Dian Sukmawati

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

A former member of the Boston Symphony Orchestra, Mr. Smedvig helped found the wide-ranging Empire Brass quintet.

Artikel lainnya »