Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami.

travel umroh Banjar

Dewasa Ini Banyak sekali Terdengan Berbagai Alternatif Yang bIsa digunakan untuk menambha tinggi badan, mulai dari obat, supleme

Dewasa Ini Banyak sekali Terdengan Berbagai Alternatif Yang bIsa digunakan untuk menambha tinggi badan, mulai dari obat, suplemen, vitamin, juga alat-alat tertentu.
Tentu butuh biaya yang cukup untuk memenuhi keinginan tumbuh keatas dengan cara yang demikian, nah bagaimana jika kita Tak ingin terlalu banyak keluar uang? atau ada tidak sich cara yang bisa dilakukan dengan gratis? atau olahraga yang seperti apa yang bisa menambah tinggi badan?

Berikut ini beberapa tips untuk menambah tinggi badan secara alami, SEMANGAT dan Selamat Mencoba!!!

1. Lari cepat jarak pendek (sprint)
Latihan ini bermanfaat meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan. Penekanan pada otot kaki selama latihan berdampak pada pemanjangan tulang dan otot.
Tetapi jangan terlalu sering melakukannya karena dapat menyebabkan pembengkakan pada otot dan tendon. Sprint dianjurkan pada permukaan alami seperti lantai atau rumput, bukan beton.

2. Menendang
Berdiri dengan kaki lebar dan angkat satu kaki kemudian lakukan tendangan. Ulangi minimal 20 tendangan pada satu kaki dan kemudian beralih ke kaki yang lain. Lakukan latihan ini selama 20 kali, karena dapat memperpanjang tulang kering dan paha.

3. Lompat
Berdirilah di depan bangku atau tangga setinggi kaki. Untuk memulai, lompat dengan satu kaki dalam sepuluh hitungan. Lalu, ulangi dengan kaki lain. Lakukan gerakan melompat hingga tiga kali. Anda bisa beristirahat di sela latihan.

4. Bersepeda
Gerakan mengayuh sepeda membuat jari kaki terus mencapai pedal. Ini merupakan peregangan yang bisa membuat kaki lebih panjang. Lakukanlah selama sekitar 10-15 menit. Anda juga dapat menggunakan sepeda statis atau stationary cycle.

5. Berenang
Olahraga satu ini memang sangat efektif untuk membuat tubuh fit dan lebih fleksibel. Lakukan renang gaya dada dan lakukan minimal 20 menit.

6. Lompat tali
Latihan ini sangat menyenangkan, apalagi jika Anda sambil mendengarkan musik menghentak. Lakukan sebanyak 300 kali setiap hari.

7. Berayun
Gunakan penahan atau ambang pintu yang tinggi. Anda dapat membelinya di toko peralatan olahraga. Awali posisi dengan berdiri lalu biarkan tubuh berayun. Posisi kaki bisa lurus atau ditekuk, buatlah tubuh senyaman mungkin. Lakukan gerakan ini setidaknya 10 kali dalam sehari.

8. Free Hand
Berdirilah tegak dalam ruangan yang luas dan tarik napas dalam-dalam. Angkat tangan letakan di tingkat bahu, lalu dorong tangan sejauh mungkin dan lepaskan napas. Ulangi 8 -10 kali.
Tarik napas dan kembali memosisikan tangan. Lalu, angkat tumit sambil berdiri jinjit, hembuskan napas, ulangi 80-10 kali. Tarik napas dan angkat lengan terentang di atas kepala. Lalu ayunkan ke dalam dengan arah melingkar dan buang napas. Ulangi 80-10 kali.

Pilih salah satu latihan yang paling cocok untuk Anda. Syaratnya harus dilakukan secara teratur dan konsisten. Cobalah untuk memiliki waktu teratur untuk latihan Anda sehingga dapat merasakan efeknya.

 

Wanita paruh baya ini tidak kuasa berdiri, tubuhnya kurus kering, perutnya terlihat membesar seperti orang hamil tua.

MAGELANG, Saco-Indonesia.com — Wanita paruh baya ini tidak kuasa berdiri, tubuhnya kurus kering, perutnya terlihat membesar seperti orang hamil tua. Ya, karena kondisi itu, Tasminati (40), warga Dusun Sabrang, Margoyoso, Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, hanya bisa termangu lemas di kamar rumah kayunya.

Sejak dua tahun terakhir ia hampir tidak pernah merasakan dan melihat indahnya dunia luar. "Saya ingin sembuh, bisa bekerja dan beribadah lagi, saya juga ingin merawat anak saya hingga besar," tutur Tasminati sambil menyeka air mata dari mata butanya akibat penyakit herpes yang tak kunjung sembuh, Selasa (4/6/2013) kemarin.

Ibu dari Muyasaroh (6,5) itu sendiri tidak tahu persis penyakit apa yang dideritanya. Dokter hingga ahli akupuntur yang pernah memeriksanya mengatakan ia terkena komplikasi penyakit liver, limpa, pembuluh darah, maag, serta ususnya luka. "Awalnya dulu perut dan tenggorokan terasa panas. Waktu itu saya masih umur usia 25 tahun. Tapi saya biarkan saja. Sampai saya kena herpes waktu bertani di sawah," kisah wanita kelahiran Magelang, 31 Desember 1973 itu.

Meskipun kena herpes, Tasminati tetap bisa mengandung buah hatinya bersama suaminya, Sarmono (38). Tasminati menikah dengan Sarmono di usia 32 tahun. Namun, selama kehamilannya itu, Tasminati sering muntah darah bahkan kerap mengalami sakit yang luar biasa di perut. Akibatnya,Tasminati terpaksa melahirkan lebih awal di bulan keenam.

"Waktu itu saya sempat dirawat di RS Muntilan dan dirujuk ke RS Sardjito Yogyakarta. Saya pendarahan hebat. Dikira saya keguguran tapi ternyata itu darah penyakit," papar Tasminati.

Alih-alih perut mengempis, perut Tasminati justru makin membesar usai melahirkan. Sejak itu pun Tasminati tidak mampu bekerja lagi sebagai buruh pabrik kayu. "Jangankan bekerja, melakukan pekerjaan rumah tangga untuk melayani suami dan anak pun saya tidak sanggup," ujar Tasminati lagi dengan suara parau.

Hingga saat ini, kataTasminati, ia belum pernah melakukan pengobatan untuk kondisi perutnya. Pengobatan masih terfokus pada herpes di matanya. Beruntung tahun 2012 lalu dirinya masih mendapat keringanan biaya pengobatan melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Namun, entah bagaimana, tahun 2013 ini dirinya tidak mendapat pelayanan itu.

"Kami masih kesulitan mencari biaya pengobatan. Penghasilan suami saya yang hanya buruh pabrik hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja," tutur Tasminati.

Menurut Tasminati, pihak keluarga dan aparat desa setempat pernah mengusulkan agar ia mendapat Jamkesmas 2013. Namun, hingga saat ini usulan itu belum terwujud.

Sementara itu, Yohana, bidan desa setempat yang memberikan pendampingan intensif pada Tasminati mengatakan selama ini penyakit Tasminati belum tertangani dengan baik. Salah satu sebabnya adalah faktor ekonomi. "Dia itu sebetulnya punya semangat untuk sembuh. Tapi sering ketakutan untuk berobat karena tidak punya uang," ungkap Yohana.

Yohana berharap pemerintah setempat memberikan perhatian pada Tasminati. Program Jamkesmas juga diharapkan lebih bisa tepat sasaran.

Kepala Dusun Sabrang, Zarkoni, ketika dikonfirmasi mengatakan sudah pernah mengusahakan dan mendampingi Tasminati mendapatkan Jamkesmas lagi. "Kami sudah membantu sebisa mungkin. Saat ini kami masih upayakan untuk mendapatkan Jamkesmas," tandas Zakoni. 

****

Informasi penyaluran bantuan untuk Mimin, hubungi: redaksikcm@kompas.com

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

Frontline  An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.
Frontline

Frontline An installment of this PBS program looks at the effects of Ebola on Liberia and other countries, as well as the origins of the outbreak.

The program traces the outbreak to its origin, thought to be a tree full of bats in Guinea.

Review: ‘9-Man’ Is More Than a Game for Chinese-Americans

A variation of volleyball with nine men on each side is profiled Tuesday night on the World Channel in an absorbing documentary called “9-Man.”

Television

‘Hard Earned’ Documents the Plight of the Working Poor

“Hard Earned,” an Al Jazeera America series, follows five working-class families scrambling to stay ahead on limited incomes.

Hired in 1968, a year before their first season, Mr. Fanning spent 25 years with the team, managing them to their only playoff appearance in Canada.

Artikel lainnya »