Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami.

travel umroh di Lebak

saco-indonesia.com, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho telah mengatakan pintu air Depok sudah berad

saco-indonesia.com, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho telah mengatakan pintu air Depok sudah berada dalam posisi Siaga 1 karena naiknya debit Sungai Ciliwung Hulu hingga level Siaga I di Katulampa, Bogor.

"Katulampa Siaga 1 maka kemudian dapat menyebabkan pintu air di bagian Ciliwung Tengah di pintu air Depok juga akan bergerak naik," ujar Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Kamis (30/1).

Menurut dia, pada Kamis (30/1) pukul 02.35 WIB dini hari , pintu air Depok pun juga naik menjadi Siaga I yaitu tinggi muka air lebih atau sama dengan 350 centimeter.

Ia juga mengungkapkan daerah yang berpotensi terkena banjir yakni di daerah sekitar bantaran Sungai Ciliwung di wilayah Jakarta Timur seperti Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

"Waktu perjalanan banjir dari Depok hingga Manggarai sekitar enam-tujuh jam sehingga dapat diperkirakan banjir dengan debit tertinggi terjadi sekitar pukul 08.00-10.00 WIB pagi ," ujar dia.

Ia juga meminta kepada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Ciliwung untuk waspada.

Sementara itu, tinggi muka air sungai-sungai lain juga masih aman atau berada di posisi Siaga 4 antara lain Pesanggrahan 95 centimeter, Cipinang Hulu 125 centimeter, Sunter Hulu 70 centimeter, Pulo Gadung 400 centimeter, Krukut Hulu 90 centimeter, dan Waduk Pluit 140 centimeter.

"Sedangkan pintu air yang berada di posisi Siaga 3 antara lain Katulampa 150 centimeter, Manggarai 780 centimeter, Karet 530 centimeter sedangkan Angke Hulu di posisi Siaga 2 dengan ketinggian 255 centimeter," ujar dia.

Ia juga mengatakan jika hujan tidak turun merata lagi di Jakarta, maka telah diperkirakan banjir kali juga ini tidak sebesar pada 13 Januari 2014. Sebab hanya di Sungai Ciliwung dan Angke saja yang kondisinya kritis.

"Puncak hujan di Jakarta hingga Februari. Harus tetap waspada," ucap dia.


Editor : Dian Sukmawati

Jakarta, Saco-Indoneis.com — Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku pernah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengamankan kasus bail out Bank Century.

Jakarta, Saco-Indoneis.com — Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku pernah ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengamankan kasus bail out Bank Century. Hal itu disampaikan pengacara Anas, Handika Honggowongso.

Selaku Ketua Fraksi Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat ketika itu, Anas mengaku diminta mencegah agar Panitia Khusus (Pansus) Bank Century di DPR tidak mengarah ke SBY, baik secara hukum maupun politik.

“Disampaikan (oleh Anas), jika saya (Anas) dipanggil SBY di Cikeas. Dalam pertemuan tersebut SBY memberi pengarahan ke saya (Anas) untuk mencegah supaya Pansus Century DPR tidak mengarah, baik secara hukum maupun politik ke SBY,” kata Handika saat dihubungi wartawan, Rabu (5/2/2014), menirukan pengakuan Anas.

Menurut Handika, kliennya pernah diminta melobi fraksi partai lain untuk mengamankan SBY dan membangun opini di media massa jika SBY tidak terlibat. Terkait tugas tersebut, kata Handika, Anas diminta berkoordinasi dengan Wakil Presiden Boediono, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta pihak terkait lainnya.

Handika juga mengatakan bahwa informasi tersebut sudah disampaikan Anas kepada tim penyidik KPK dalam pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai koordinasi yang dilakukan Anas dengan Boediono dan Sri tersebut, Handika mengatakan, hal itu akan diungkapkan Anas kepada penyidik KPK dalam pemeriksaan berikutnya.

“Nanti di pemeriksaan berikutnya akan dijelaskan, tadi pemeriksaan dihentikan dulu karena Mas Anas sakit gigi, yang makin ngilu dan bikin pusing,” ucapnya.

KPK menetapkan Anas sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lain. Anas dijerat dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR sebelum dia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Sumber :kompas.com

Editor : Maulana Lee

   
   

A 214-pound Queens housewife struggled with a lifelong addiction to food until she shed 72 pounds and became the public face of the worldwide weight-control empire Weight Watchers.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »