Setiap tahunnya biaya naik haji baik haji reguler maupun haji khusus / plus pasti berbeda-beda, Call/Wa. 0851-00-444-682 hal ini dikarenakan adanya perubahan komponen harga untuk kebutuhan pokok naik haji seperti biaya transportasi dan akomodasi termasuk living cost yang dibutuhkan jamaah selama berada di tanah suci sangat fluktuatif. Selain menyediakan paket-paket haji onh plus, umrah dan tour muslim sebagai bentuk layanan yang tersedia, Travel Aida Tourindo Wisata juga berusaha menghadirkan mutowif (pembimbing) ibadah umroh haji yang ahli dan mendalami bidang Fiqih Islam, terutama untuk masalah ibadah umrah dan haji.

Kami berusaha memberikan bimbingan mulai sebelum berangkat, saat pelaksanaan dan setelah ibadah haji dan umroh, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral kami kepada jamaah, bahwa ibadah yang dijalani telah sah sesuai petunjuk Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Travel kami juga menggunakan penerbangan yang langsung landing Madinah sehingga jamaah bisa nyaman selama perjalanan umroh bersama kami.

travel umroh haji Purwakarta

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Segmen yang selama ini diam, terletak 37 km di selatan Kroya, Jawa Tengah, pada sabtu (25/1/2014) bersuara.

Bekasi, Saco-Indonesia.com - Segmen yang selama ini diam, terletak 37 km di selatan Kroya, Jawa Tengah, pada sabtu (25/1/2014) bersuara. Gejolak segmen itu menimbulkan gempa yang mengguncang wilayah hampir seluruh Jawa dengan goncangan terkuat di Kebumen.

Menurut informasi dari United States Geological Survey (USGS), gempa bermagnitud 6,1, terjadi pada pukul 12.14 WIB, pada kedalaman 89,1 km. Gempa tidak menimbulkan tsunami tapi disusul oleh 6 gempa susulan.

Terkait gempa tersebut, pakar tektonik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, sempat mengungkapkan adanya potensi gempa Kebumen untuk tidak hanya mengakibatkan gempa susulan, tetapi juga gempa yang terpicu (triggerred earthquake).

Irwan mengatakan, gempa yang terpicu oleh gempa Kebumen itu "bisa memiliki magnitud yang lebih besar dari gempa sebelumnya." (Baca artikel "Waspada, Gempa Kebumen Bisa Memicu Gempa Lebih Besar").

Peringatan ini mendapatkan respon beragam dalam kotak komentar di Kompas.com maupun media sosial Twitter, salah satunya adalah ketakutan dan tuduhan bahwa informasi tentang potensi gempa yang terpicu adalah upaya menakut-nakuti masyarakat.

"Jangan nakut-nakuti bos!" demikian komentar salah satu pembaca Kompas.com dengan akun bernama Juragan Minyak - kecewa Gubernur DKI abaikan sumber polusi bising di ibu kota, pada Sabtu pukul 20.19 WIB.

Sementara, di Twitter, pengguna bernama Dariel Siregar mengatakan, "Kepo!! Berita buat masyarakat resah aje." Anggi Anggarini punya kicauan hampir sama. "Jangan nakut2in donk :'(," katanya.

Haruskah Panik dan Takut?

Menanggapi komentar pembaca, Irwan memahami bahwa informasi potensi gempa memang bisa membuat publik panik. Tak sepenuhnya salah, sebab Indonesia memang memiliki historis gempa mematikan, seperti gempa Aceh tahun 2004 dan gempa Yogyakarta tahun 2006.

Namun, ia menegaskan bahwa tujuan pemberian informasi bukanlah untuk membuat panik. "Informasi potensi bencana memang harus diberikan untuk meningkatkan kewaspadaan kita," kata Irwan saat dihubungi Kompas.com, Minggu (26/1/2014).

Irwan mengungkapkan, seringkali terjadi, Indonesia menganggap rendah potensi bencana. Informasi yang diberikan kepada masyarakat tidak sesuai dengan potensi yang sebenarnya. "Agar masyarakat tenang," tuturnya.

Menurutnya, bencana-bencana yang merenggut banyak nyawa dan membuat negara merugi sebenarnya adalah akumulasi dari ketidakpedulian kita pada potensi bencana. "Kalau kita meng-underestimate potensi gempa, ini juga salah satu bentuk ignorance," ungkapnya.

Informasi potensi gempa yang sebenarnya memang bisa membuat panik dan takut. Namun, bagaimanapun tetap perlu diberikan dengan cara komunikasi yang pas sehingga tumbuh kesiapsiagaan menghadapi bencana serta perubahan sikap.

Irwan menuturkan, sejarah memang mengharuskan warga yang hidup di selatan Jawa untuk mewaspadai gempa. Aktivitas lempeng lautan terbukti telah memicu gempa dan tsunami di Banyuwangi pada tahun 1994 dan gempa dan tsunami Pangandaran tahun 2006.

Mengapa tak detail?

Akun Andri Jalu menulis dalam kotak komentar di Kompas.com, "Jelaskan dengan lebih detil tentang selang waktu gempa yang terpicu, buat orang awam yg bukan ahli, jadi tidak menimbulkan ketakutan kalo ada yg membaca artikel ini."

Mungkin memang sebuah keharusan bila pemberitahuan ancaman disertai dengan detail selang waktu gempa yang terpicu akan terjadi, wilayah mana yang kemungkinan mengalami, dan berapa besarnya. Sayangnya, detail tersebut sulit didapatkan.

Widjo Kongko, peneliti gempa dan tsunami dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), mengatakan bahwa gempa Kebumen terjadi di segmen yang jarang bergejolak. Dalam 4 dekade, cuma ada 10 gempa dengan magnitud lebih dari 5 yang terjadi di segmen itu.

Pada saat yang sama, patahan dan segmen penyebab gempa di selatan Jawa belum banyak terpetakan seperti di Sumatera. Karenanya, Widjo menyebut bahwa pengetahuan tentang wilayah tersebut masih gelap.

Karena belum banyak dipelajari, sulit memerkirakan wilayah yang akan terpicu aktivitasnya akibat gempa Kebumen kemarin, di samping memang sampai saat ini sulit memerkirakan waktu dan lokasi yang akan mengalami gempa.

Widjo hanya bisa memberi petunjuk lokasi yang masih umum. "Lokasi di Jawa selatan, bisa mendekati palung atau sebaliknya, ke daratan," ungkapnya. Berapa lama setelah gempa Kebumen gempa terpicu mungkin terjadi, belum bisa dikatakan.

Irwan mengungkapkan, gempa Kebumen kemarin terjadi dengan mekanisme sesar turun akibat slab pull. Slab pull secara sederhana adalah bergeraknya lempeng samudera karena adanya tarikan lempeng samudera yang berada di zona subduksi.

Menurut Irwan, gerakan turun lempeng akibat gempa Kebumen cukup curam. Ini bisa berarti bahwa bagian atas lempeng tersebut saat ini memiliki akumulasi energi dan berpotensi menimbulkan gempa yang terpicu.

"Jadi yang bisa diberikan, gempa yang terpicu ini mungkin terjadi di wilayah yang lebih dangkal," ungkapnya. Wilayah dangkal berarti berada pada kedalaman palung hingga 50 kilometer.

Gempa dangkal memang hanya akan dirasakan di wilayah yang cakupannya lebih sempit. Namun, goncangannya akan lebih terasa dampaknya jauh lebih merusak. Gempa Yogyakarta pada tahun 2006 dengan kedalaman episentrum hanya 10 km adalah salah satu gempa dangkal.

Gempa dangkal yang terjadi di lautan juga bisa berarti memiliki potensi tsunami bila gerakan sesarnya naik. Dengan goncangan lebih besar dan berpotensi tsunami, maka suatu gempa akan lebih mematikan.

Di luar konteks gempa yang terpicu, gempa Kebumen juga memberi petunjuk bahwa subduksi Jawa aktif. Selama ini, seringkali dianggap bahwa subduksi Jawa aseismik, tidak seaktif subduksi Sumatera.

Ilmuwan membagi subduksi Jawa menjadi tiga bagian, Selat Sunda hingga selatan Jawa Barat, selatan Jawa Tengah, serta selatan Jawa Timur hingga Bali. Masing-masing memang bisa memicu gempa dengan magnitud 8,5.

Apa yang harus dilakukan?

Perkembangan ilmu pengetahuan saat ini belum mampu memberikan kemampuan bagi manusia untuk meramal gempa. Pada saat yang sama, penelitian tentang beragam patahan penyebab gempa serta yang terkait masih terkendala dana. Di tengah situasi itu, apa yang harus dilakukan?

Widjo menuturkan, saat ini masyarakat bisa melakukan penyesuaian setelah mengetahui bahwa dirinya tinggal di lokasi rawan gempa. "Misalnya bangunan rumah dibuat tahan gempa," ungkap Widjo.

Sementara, Irwan mengatakan, informasi adanya ancaman seharusnya sudah cukup bagi pemerintah dan masyarakat untuk memulai perubahan.

"Warga harus lebih waspada, edukasi yang diberikan pemerintah ke masyarakat terus dilakukan, institudi pendidikan juga harus mulai membangun kesadaran tentang gempa," jelas Irwan.

Terkait adaptasi yang bisa dilakukan warga, peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto, saat ditemui Desember 2013 lalu menuturkan perlunya warga memiliki ruang aman untuk berlindung saat gempa.

Ruang aman bisa berupa ruang atau sudut mana pun di dalam rumah yang dibangun  tahan gempa. Strategi ini merupakan alternatif ketika membangun rumah tahan gempa masih sulit. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) perlu mengampanyekannya.

Sumber : Kompas.com

Editor : Maulana Lee

saco-indonesia.com, Popularitas phablet Advan kian moncer. Terbukti produknya telah makin diminati dan dinanti oleh konsumen. Ha

saco-indonesia.com, Popularitas phablet Advan kian moncer. Terbukti produknya telah makin diminati dan dinanti oleh konsumen. Hal ini tidak lepas dari komitmen Advan untuk dapat menyajikan produk yang berkualitas dan berdaya saing.

Seperti halnya S5G, telah memiliki spesifikasi layar IPS full high definition (1920 x 1080), kamera 18 MP, memori internal 32 GB, RAM 1 GB, serta prosesor quad-core. Performanya tidak kalah dengan brand global dan telah menjadi salah satu produk high-end Advan.

Advan juga telah memiliki phablet fenomenal lainnya sepanjang 2013, seperti S5F, S5K dan S5E. Malahan untuk penjualan, Vandroid S5E telah tercatat sebagai phablet terlaris yang mana sepanjang tahun 2013, S5E sudah terjual sekitar 1 juta unit.

Tjandra Lianto, Marketing Director Advan, telah menegaskan bahwa prestasi ini juga merupakan kerja keras seluruh tim, baik itu divisi produk, marketing maupun sales.

Dengan dukungan tim yang solid, produk berkualitas serta strategi marketing yang tepat, Advan hadir sebagai brand yang telah diperhitungkan di tanah air.

Respon positif tersebut telah memacu seluruh manajemen untuk dapat terus merilis produk inovatif dan berdaya saing. Salah satu phablet yang akan dirilis dalam waktu yang dekat adalah Vandroid S5H.

Phablet ini telah didukung dengan OS Jelly Bean 4.2, prosesor Cortex A7 quad-core 1,2 GHz, ruang penyimpanan 4GB serta slot micro SD yang bisa menambahkan memori hingga 32 GB.

Selain itu untuk dapat mendukung aktivitas fotografi, sudah tertanam kamera belakang 8 MP dan kamera depan 2 MP.

Vandroid S5H dirancang untuk yang berjiwa muda dan aktif serta dibanderol dengan harga terjangkau. "Kehadiran phablet ini juga akan menambah varian dari tipe yang sudah ada. Kami juga berharap S5H lebih sukses dari produk sebelumnya," ungkap Tjandra dalam siaran pers, Senin (3/2).

Sementara itu, pengamat telematika, Teguh Prasetya telah menilai eksistensi dan prestasi Advan pantas mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia. Malahan menurut Teguh, Advan telah memiliki potensi besar untuk dapat menjadi pemimpin pasar di industri smartphone, phablet dan tablet.

"Dari sisi brand awareness sudah dapat, dari kualitas pun tidak kalah dengan brand global, dan dari sisi penjualan sangat membanggakan. Bisa saja nantinya, ketika bicara Indonesia, produk representasinya adalah Advan. Seperti yang terjadi sekarang ini, bicara produk Korea identik dengan nama Samsung," ucap Teguh.


Editor : Dian Sukmawati

A former member of the Boston Symphony Orchestra, Mr. Smedvig helped found the wide-ranging Empire Brass quintet.

“It was really nice to play with other women and not have this underlying tone of being at each other’s throats.”

Artikel lainnya »