diposkan pada : 10-02-2017 23:19:29

Selain ilmu dan niat, fisik juga harus dipersiapkan sebaik mungkin. Ibadah haji dan umrah membutuhkan pengorbanan dan persiapan yang banyak. Mulai dari persiapan biaya, fisik dan rohani. Melihat besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalankan umrah maupun haji, membuat tidak semua umat Muslim mampu menunaikannya. Oleh sebab itu, Haji menjadi rukun lslam kelima dengan penegasan jika mampu.

Namun, setiap Muslim merasa ingin menunaikannya. Selain ibadah haji, umrah juga menjadi ibadah mahal yang dinanti-nantikan umat Muslim. Kalau ibadah haji hanya dilakukan sekali dalam setahun, umrah dapat dilaksanakan beberapa kali dalam setahun.

lbadah umrah menjadi salah satu pengobat rindu umat Muslim pada Tanah Suci. Sebab itu, banyak umat Muslim yang menunaikan umrah terlebih dahulu sebelum berangkat haji. Atau, menunaikan umrah untuk mengobati kerinduan pada Tanah Suci. Terlebih, di lndonesia, kesempatan untuk menunaikan ibadah haji menjadi momen yang langka mengingat daftar antrian ibadah haji yang sudah sangat panjang.

Selain membutuhkan biaya yang besar, ibadah umrah juga memerlukan persiapan kondisi fisik dan mental. Selain itu juga, Persiapan yang paling utama sebelum menunaikan ibadah haji dan umrah adalah niat. Yaitu, meniatkan ibadah haji atau umrah ini hanya untuk Allah SWT. Pasalnya, niat ini akan menjadi penentu proses dan hasil yang diperoleh. Umrah adalah ibadah yang diatur dalam lslam maka berangkat umrah harus berniat tulus 100 persen untuk menjalankan ibadah pada Allah SWT.

Niat juga berlaku saat pelaksanaan umrah di Arab Saudi, yaitu jangan sampai melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama. Jamaah harus berkonsentrasi pada ibadah yang dilakukannya. Masalah duniawi yang dilarang seperti ghibah, menampakkan kebencian pada sesama, atau berkata yang dilarang agama jangan sampai menodai ibadah umrah . Selain itu, jangan melakukan kegiatan duniawi yang berlebihan seperti dalam membeli oleh-oleh.

Umrah itu kesempatan memperbanyak pahala ibadah. Jadi, gunakan waktu umrah yang sebentar untuk ibadah maksimal. Umat Muslim yang berangkat umrah sebaiknya membuat target ibadah yang harus dilakukan selama di Arab Saudi. Misalnya, mengkhatamkan Alquran, perbanyak thawaf, atau rutin membaca zikir pagi dan sore. Juga jangan sampai melewatkan untuk shalat berjamaah di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Sebab, kalau ibadah yang dilakukan hanya biasa-biasa saja, seperti shalat hanya di kamar tidak di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram, maka akan sangat merugi.

Persiapan niat juga untuk menjauhi atau membuat semakin waspada jamaah pada godaan-godaan duniawi. Meskipun berada di Tanah Suci, godaannya justru lebih besar dibanding saat di Tanah Air. Setan yang menggoda jamaah haji maupun umrah kelasnya internasional yang tugasnya menggoda umat Muslim dari seluruh dunia.

Jadi, godaannya lebih besar saat berada di Tanah Suci. Godaan yang paling sering membuat jamaah batal ibadah umrahnya adalah terhadap lawan jenis. Baik itu godaan yang datang dari lawan jenis yang bukan mahramnya maupun dari istri sendiri.

Persiapan ilmu. Selain, persiapan niat untuk sepenuhnya ibadah pada Allah SWT, ada hal lain yang perlu dilakukan oleh jamaah sebelum berangkat umrah. persiapan ibadah haji dan umroh hampir sama. Yang paling utama adalah persiapan ilmu melalui manasik, meluruskan niat, serta menjaga kesehatan setiap jamaah. 

Meskipun persiapan yang dilakukan hampir sama, namun intensitas persiapan ibadah umrah lebih sedikit. Manasik dalam haji dilakukan minimal 10 kali, untuk ibadah umrah dilakukan sehari saja. Persiapan fisik juga diperlukan untuk jamaah agar tetap nyaman menghadapi cuaca di Arab Saudi. Yaitu, dengan membawa pakaian atau perlengkapan yang sesuai untuk cuaca di sana.

Kalau umrah saat cuaca dingin, harus bawa jaket atau sweeter. Sedangkan kalau cuaca panas, saat ke masjid bawa payung kecil, kacamata hitam, serta minum air zam-zam yang cukup. Perbedaan cuaca ini juga dapat diatasi dengan membawa pakaian yang cocok selama di Tanah Suci. Kegiatan selama di sana paling banyak adalah ibadah, makan, dan tidur.

Pakaian yang paling banyak dikenakan adalah untuk ibadah. Artinya, jamaah tidak perlu membawa pakaian ganti terlalu banyak untuk umrah selama beberapa hari. Sebab, jamaah juga dapat mencuci pakaian. jamaah sebaiknya hanya membawa beberapa pakaian saat berangkat ke Tanah Suci. selama sembilan hari umrah sebanyak tiga potong pakaian dan satu stel pakaian ihram cukup.

Artikel lainnya »