diposkan pada : 12-02-2017 22:56:23

Lebih dari 140.000 item makanan kadaluarsa yang telah disita dari gudang sebelum didistribusikan ke toko-toko yang ada di Makkah. Angka tersebut, termasuk 3.000 susu formula bayi yang diperoleh selama pada musim haji 2016.

Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi, telah meluncurkan kampanye duna untuk memastikan ketersediaan makanan pada musim haji. Inspeksi terhadap kualitas makanan merupakan bagian dari kampanye tersebut.

Seorang pejabat di Kementerian Perdagangan dan Investasi, mengatakan bahwa ratusan ribu item yang telah disita itu merupakan makanan yang disimpan dalam kondisi yang melanggar peraturan kesehatan di Makkah. Ia menerangkan, praktek penyimpanan obat-obatan kadaluarsa dan item yang sudah rusak secara medis akan menjadi bagian dalam pemeriksaan.

Semua item yang telah  disita dalam persiapan untuk dihancurkan atau dimusnakan dan semua pekerja bersama pemiliknya pun, berada di bawah penyelidikan, mereka masih menunggu sanksi hukum sesuai undang-undang dan pasal yang berlaku di Arab Saudi.

Selain itu, razia pun akan dilakukan  secara meluas di tempat-tempat yang suci, terutama toko-toko yang sebagian besar sering dikunjungi jamaah haji. Pemeriksaan rencananya turut mencakup pemeriksaan intensif perhiasan dan logam mulia, pompa bensin, toko-toko ponsel, lemari es dan truk makanan.

Kehati-hatian jamaah haji dalam membeli makanan merupakan salah satu cara menghindari makanan kadaluarsa karena sering kali para produsen nakal melakukan perbaharuan makanan.

Untuk keyakinan pembeli, penjual juga mengganti label kadaluwarsa, sehingga terkesan makanan baru. Namun jika dicermati secara teliti, makanan hasil di olah kembali secara fisik akan diketahui dari warna dan bau. Atau bahkan kadang - kadang sudah terlihat jamur atau perubahan warna yang berbeda dari aslinya. 

Bagi konsumen terutama jamaah haji, diharapkan agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi suatu produk makanan dengan memperhatikan batas waktu kadaluwarsa makanan tersebut serta memahami apa yang menjadi hak-haknya sebagai konsumen.

Bagi pedagang, dalam mencari keuntungannya memproduksikan suatu produk makanan, haruslah memenuhi standar/mutu kualitas yang berlaku yang tidak merugikan untuk jamaah haji yang sedang melaksanakan ibadah.

Artikel lainnya »