diposkan pada : 09-03-2017 13:21:26

Politik bebas aktif yang dilandasi dengan kepentingan nasional demi mengukuhkan jati diri bangsa seharusnya menjadi sebuah panduan kebijakan luar negeri kita. Itulah landasan negara ini dalam menjalin hubungan baik terhadap negara lain, termasuk Negara Arab Saudi. Raja Arab Saudi yaitu Salman bin Abdulaziz Al Saud akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 1-9 Maret 2017. Kunjungan Raja Salman merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi Negara Indonesia yang terasa istimewa.

Ini adalah kunjungan pertama kalinya Raja Saudi setelah lamanya 47 tahun. Presiden di era reformasi, mulai dari K.H.Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, sampai pemerintahan Joko Widodo, telah berkunjung ke Saudi. Namun, sejak tahun 1970, kunjungan balasan baru terjadi di periode pemerintahan Joko Widodo. Berdasarkan politik luar negeri bebas aktif, kita seharusnya memberi perlakuan baik kepada Raja Salman setara dengan kepala negara lain yang telah berkunjung ke Indonesia.

Kita pun harus menempatkan diri secara setara dalam diplomasi dengan Negara Saudi. Bila ada perlakuan yang spesial, itu semata-mata hanya untuk menghormati tamu Negara yang berkunjung. Kita harus mengingatkan itu karena di tengah-tengah perubahan geopolitik, negara-negara tertentu berusaha untuk mencari aliansi baru. Negara Indonesia harus cermat dalam membaca perubahan peta politik global tersebuut. Ketidaksetaraan dalam diplomasi juga akan membuat kita terikat, tidak bebas, dan mengekor kepada aliansi tertentu.

Kita mengetahui bahwa hubungan Negara Saudi dengan Amerika Serikat memburuk akibat kebijakan perang global terhadap terorisme pasca serangan 11 September. Apalagi setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS yang dinilai sangat diskriminatif terhadap Islam dan Timur Tengah memperburuk hubungan Amerika dan negara-negara Timur Tengah. Pada kejadian itu Negara Saudi pun sejak beberapa tahun lalu sudah berpaling ke Asia, juga Rusia.


Tujuannya tiada lain yaitu untuk mereduksi hegemoni Amerika yang selama berpuluh-puluh tahun menjadi sekutu utama Saudi. Dalam situasi yang seperi itu, sebagai Negara yang berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, Negara Indonesia sesungguhnya akan punya posisi yang begitu strategis. Indonesia harus bisa memainkan dan memanfaatkan peluang serta peran lebih aktif dalam menjaga keseimbangan antara Barat dan Timur Tengah serta Islam.

Pada kepentingan nasional, terutama dalam bidang ekonomi, harus kita prioritaskan dalam diplomasi dengan Raja Salman. Terus terang, hubungan bilateral kedua negara belum ada hasil yang optimal. Isu utama dalam hubungan Negara Indonesia-Saudi melalui terkait dengan perkara tenaga kerja wanita dan ibadah haji. Bantuan Saudi ke Indonesia kebanyakan mengarah yang bersifat keagamaan, misalnya bantuan untuk pembangunan tempat ibadah.

Dalam pertemuan dengan Raja Salman, Indonesia seharusnya bisa menekan Saudi untuk bias memperluas kerja sama dalam bidang ekonomi yang keduanya bisa saling menguntungkan. Selain itu juga, Investasi di bidang energi dan pariwisata juga bisa menjadi ladang kerja sama ekonomi kedua negara. Bila kita bisa mempraktikkan politik luar negeri bebas aktif yang dilandasi dengan kepentingan nasional, jati diri kita, baik secara politik maupun ekonomi, akan selalu terjaga.


Secara politik, globalisasi dalam hal mengenai hubungan politik antarnegara ini tidak akan menggerus identitas bangsa. Secara ekonomi, kerja sama dalam bidang ekonomi dengan negara-negara lain bertujuan mencapai kemandirian ekonomi yang lebih baik lagi. Kunjungan Raja Salman berlangsung di tengah dinamika politik pilkada DKI. Bahayanya, pada kunjungan tersebut telah dieksploitasi dan dipolitisasi sehingga memproduksi perselisihan yang tidak produktif, terutama di media social umumnya.

Rakyat tentu menaruh harapan kepada pemerintah Indonesia agar bisa memanfaatkan dan menjadikan kunjungan Raja Salman produktif bagi hubungan politik dan ekonomi kedua negara tersebut. Caranya tida lain dengan mempraktikkan politik luar negeri bebas aktif yang sudah dilandasi oleh kepentingan nasional demi menjaga jati diri bangsa ini.

Artikel lainnya »