diposkan pada : 13-03-2017 19:38:48

Hampir sebagian besar traveler muslim yang berkunjung ke Arab Saudi hanya bertujuan untuk melaksanakan ibadah, yaitu ibadah umrah. Berhubung waiting list yang terlalu lama dan panjang dalam mendaftar ibadah haji sehingga ibadah umrah menjadi salah satu solusi agar bisa mencapai ibadah disana dan melihat langsung Baitullah. Sebelum berangkat untuk pergi umrah, ada beberapa tips yang bisa disimak agar maksimal.

Umrah menjadi kegiatan traveling paling diminati oleh traveler beragama Muslim. Bukan hanya semata untuk memperkuat iman, tetapi juga  karena suasana Kota Mekah dan Madinah saat umrah yang membuat hati tenang dan begitu memesona.

Agar ibadah umrah berlangsung dengan nyaman dan aman, tentunya ada tips-tips yang khusus agar ibadah umrah lebih mantap:

1. Cek kondisi cuaca

Sebelum hendak berpergian, khususnya ke luar negeri, dianjurkan untuk mengecek dahulu kondisi cuacanya. Banyak negara yang memiliki iklim yang berbeda dengan Negara Indonesia. Seperti di Arab Saudi, disana kondisi cuacanya dapat sangat kontras. Saat musim dingin, suhunya bisa mencapai 10ºC. Apalagi saat musim panas bisa 50ºC. Begitu pun pada saat di siang dan malam hari. Traveler juga bisa membawa tabir surya atau pelembab wajah yang biasa digunakan untuk melindungi kulit Anda.

2. Sesuaikan penampilan

Bukan menjadi sebuah rahasia lagi bahwa Arab Saudi adalah pusatnya Negara yang seluruhnya beragama Islam, di mana seluruh aspek-aspeknya menggunakan syariat Islam. Termasuk penampilan atau cara berpakaian.

Meskipun sedang tidak menjalankan rangkaian ibadah umrah, sebaiknya gunakanlah pakaian yang tertutup dan sopan. Bagi wanita, pakailah baju yang menutup aurat dan longgar, tidak ketat. Sedangkan bagi pria wajib memakai celana yang di bawah lutut. Mayoritas penduduk asli disana juga berpakaian yang serupa, karena apabila melakukan pelanggaran akan dikenakan denda yang berat.

3. Membiasakan diri dengan perbedaan kultur

Sebagai Negara pusat Islam di dunia, banyak orang yang datang ke Arab Saudi dari berbagai penjuru negara. Hampir semua suku dan bangsa berkumpul di sini.

Memang ini menjadi suatu hal yang berbeda dari Negara Indonesia, namun traveler juga wajib hukumnya untuk selalu menjaga sikap dan perkataan. Jangan sampai melontarkan kata-kata yang tidak pantas atau berperilaku yang sangat kurang baik dan dianggap menyakiti hati orang lain. Begitu pun juga sikap pada diri sendiri, jangan sampai membuat orang lain jadi risih hingga kesal.

4. Waspada saat berbelanja

Berbagai macam pernak-pernik khas dari Arab memang bagus dan cocok dijadikan sebagai oleh-oleh. Namun apabila ingin berbelanja, disarankan untuk traveler harus memperhatikan dengan benar dari segala aspeknya.

Dari mulai pedagang hingga jenis barang yang harus diperhatikan. Traveler juga perlu mewaspadai kepada pedagang keliling yang suka memaksa dan mematok harga yang tinggi karena tidak jarang juga ada barang imitasi yang dijual bebas. Baiknya memilih pedagang yang sekiranya baik atau membeli di pusat oleh-oleh saja.

5. Jangan membawa tas besar di Masjidil Haram

Saat ingin menuju ke Masjidil Haram, sebaiknya hindari untuk membawa tas besar. Karena masih banyak rangkaian ibadah yang harus dilakukan di sini. Dari mulai thawaf, sa'i, tahalul dan lain sebagainya. Jangan sampai merepotkan diri Anda sendiri.

Sebelum memasuki Masjidil Haram pun traveler juga akan diperiksa ketat oleh pihak keamanan disana. Pemeriksaan sangat detail sehingga apabila ada traveler yang membawa banyak barang dalam tas besar akan sangat mengulur waktu. Karena akan ditahan sementara sehingga membuat Anda tidak akan kembali pada waktu yang cepat atau waktu yang telah ditentukan.Tidak perlu takut haus, karena di sini ada galon air zam-zam yang sudah disediakan.

6. Selalu dekat dengan muhrim

Ke mana dan dimana  pun traveler pergi, wajib untuk berada didekat muhrimnya masing-masing. Terlebih jika traveler adalah seorang wanita, karena wanita memiliki posisi yang lebih rentan keamanannya dibandingkan laki-laki.

Bahkan pada saat ke toilet pun sebaiknya minta muhrim untuk menunggu di depannya. Karena sering terjadi penculikan wanita dan ini merupakan kejadian yang tidak diinginkan. Traveler pun juga diwajibkan memiliki muhrim untuk keluar masuk bandara nanti, karena seseorang tidak diperkenankan untuk ke luar Arab Saudi jika belum mempunyai muhrim.

Pengecualian bagi wanita di atas usia 45 tahun, bisa datang secara berkelompok atau rombongan. Ini untuk berjaga-jaga dan mengantisipasi agar sekiranya ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

Artikel lainnya »