diposkan pada : 21-03-2017 21:28:28

Ka’bah adalah bangunan suci umat Islam yang terletak di kota Mekah di dalam Masjidil  Haram. Ia merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah shalat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau di ziarahi  pada saat musim haji dan umrah

Sejak zaman para nabi dulu, Ka’bah selalu dipadati umat Muslim di seluruh dunia untuk dapat menyelesaikan rukun Islam yang ke-5, yaitu ibadah haji jika mampu. Jika belum mampu untuk melaksanakan ibadah haji karena biaya yang mahal atau karena antrian haji yang panjang juga penghasilan yang kurang. Setidaknya, anda memiliki niat untuk disegerakan untuk bisa menunaikan rukun Islam tersebut.

Pada zamannya Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS pada pondasi bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya juga diatas tanah, Namun Seiring dengan perkembangan zaman, Ka’bah terus mengalami perubahan dan renovasi guna meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi pada seluruh umat muslim  yang sedang menunaikan ibadah haji dan umrah.

Anda bisa cari tahu pada gambar-gambar Ka’bah pada 63 tahun silam atau sekitar tahun 1954. Didalam gambar tersebut akan terungkap dan terlihat bahwa area dalam Masjidl Haram yang sebenarnya berbentuk persegi panjang.

Terlihat jelas pada area mataf atau area  yang hingga kini menjadi tempat  umat Islam mengelilingi Ka'bah. Di situ dahulu ternyata pernah ada sebuah pagar yang berada di area masjid dari arah pintu Bani Shaibah.

Salah seorang peneliti Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, yakni Mohieddine Hashemi telah menjelaskan bahwa payung yang terpasang di atas serambi Ottoman itu dibuat atas perintah dari Raja Abdul-Aziz. Tujuannya untuk melindungi jamaah dari sengatan terik matahari secara langsung.

Bukan hanya itu saja, duhulu itu ternyata ada empat bangunan di antara Maqamnya Nabi Ibrahim AS dan bangunan sumur air Zam Zam dan dari gambar ka’bah itu juga menjelaskan bahwa ternyata di masa lalu area thawaf  terbagi menjadi dua area, yaitu area ‘thawaf lama’,  yakni berada di dalam pagar yang memiliki lantai batu dan  arena di luar pagar yang berantai pasir yang ditaburi oleh bebatuan.

Hasemi mengatakan keempat bangunan itu juga sempat dianggap telah melambangkan empat Mazhab yaitu Shafi’i, Hanbali, Maliki, dan Hanafi. Namun atas perintah dari Raja Abdul Aziz bangunan itu kemudian di ratakan.

Perlu diketahui, dokumen pertama yang merekam suasana Masjidil Haram itu diambil pada tahun 1880. Jadi sudah ada sejak 139 yang lalu.

Artikel lainnya »