diposkan pada : 23-03-2017 17:24:47

Kuota Haji 10 Persen, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud atas penegmbalian serta penambahan kuota jamaah haji Indonesia mulai tahun 2017 ini. Pertemuan tersebut yang dihadiri oleh para ulama dari berbagai organisasi Islam Indonesia serta para menteri.

Pada tahun 2013 Masjidil Haram hendak memperluas 400.000 m² untuk menampung 2,2 juta orang. Sehingga Kerajaan Arab Saudi melakukan pembatasan kuota haji pada berbagai Negara termasuk Indonesia salah satunya. sehubungan dengan proyek pembangunan dan perluas Masjidil Haram itu. Akibatnya Arab Saudi sebelumnya telah memutuskan untuk mengembalikan kuota haji Indonesia.

Sejak tahun 2013, kuota haji Indonesia dan Negara yang lainnya dipotong 20% karena renovasi Masjidil. Akibatnya, jumah kuota haji Indonesia yang pada tahun 2013 mencapai 211 ribu orang dipotong 20% hingga mencapai 168,5 ribu anggota jamaah saja. Selain itu juga  ada penambahan khusus untuk Indonesia sebesar 10%.

Kebijakan pengurangan kuota itu menyebabkan daftar tunggu jamaah haji Indonesia juga semakin besar. Saa ini, jumlahnya sudah mencapai sekitar 1,4 juta. Para calon jamaah haji itu harus menunggu hingga 5 sampai 20 tahun untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Namun pemerintah Arab Saudi pernah memberikan kabar gembira bahwa mulai tahun 2016 kuota haji Indonesia akan dikembalikan lagi ke jumlah seperti semula.

Dengan kuota haji kembali normal diharapkan untuk mengurangi daftar tunggu haji regular maupun haji plus (khusus) yang selama ini Indonesia akan kembali normal pada penyelenggaraan ibadah haji tahun depan atau 1437H/2016. Raja dan jajaran pemerintah Arab Saudi berkomitmen untuk menuntaskan perluasan Masjidil Haram sebelum musim haji tahun depan.

Mengenai soal penambahan kuota haji itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberi apresiasinya.
Di samping itu, Menhub juga menyambut baik kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. Kemenhub menyepakati atas kerjasama antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dengan otoritas penerbangan sipil Kerajaan Arab Saudi.

Sebelumnya itu kan penerbangan limited, ke sana maupun ke sini limited. Kita menyepakati, baik ke sana maupun ke sini sekarang unlimited.

Nantinya, pada saat penerbangan berjadwal Indonesia ke Arab Saudi dan sebaliknya akan lebih elastis lagi.
Hal ini akan memudahkan pengguna jasa penerbangan, terutama untuk warga sipil yang hendak bepergian ke Jeddah dan Madinah untuk ibadah umrah ataupun untuk liburan bersama keluarga atau kerabat.

Artikel lainnya »