diposkan pada : 03-04-2017 20:23:50

Ada sejumlah maskapai yang berencana akan menambah frekuensi penerbangan ke Saudi menyusul kesepakatan kedua negara tersebut untuk membuka akses tanpa batas. Indonesia dan Arab Saudi telah sepakat membuka akses tanpa batas maskapai penerbangan dari masing-masing negara. Penerbanganb yang tanpa batas ini buat maskapai asal dua negara ini berlaku untuk lima kota di Indonesia dan Arab.

Juru bicara Garuda, yakni Benny Butarbutar mengatakan, perseroan juga sedang dalam mengkaji rencana tambahan penerbangan ke Arab Saudi menyusul pada kesepakatan kedua negara. Namun Benny mengakui Arab Saudi sebagai salah satu target dalam perluasan pasar Garuda. Strategi ekspansi Garuda memang sudah menargetkan kawasan Timur Tengah.

Sriwijaya Air juga berencana untuk terbang ke Jeddah mulai tahun ini. Karena pada akhir tahun lalu, Presiden Sriwijaya Air Group Chandra Lie mengatakan bahwa penerbangan ke Arab menunggu kedatangan pesawat baru Sriwijaya. Awalnya, kami hanya berencana memulai penerbangan umrah pada Desember 2016. Namun kami masih menunggu pesawatnya yang baru datang 2017, jeas Chandra. Sehingga, Sriwijaya baru akan mengoperasikan penerbangan umrah dengan Boeing 777-300 ER sebanyak delapan kali dalam sepekan ini. 

Sebelum dalam kesepakatan ini, penerbangan antara kedua negara tersebut bersifat resiprokal alias timbal-balik yang setara. Sebelumnya, maskapai-maskapai Indonesia hanya mendapat jatah 35 frekuensi penerbangan sahja untuk ke Arab dalam sepekan, begitu pun sebaliknya. 

Selain membuka tanpa batas penerbangan di lima kota  ini, Indonesia juga menambah penerbangan dari ke Arab untuk tiga kota, yakni kota Palembang, Solo, dan Balikpapan. Namun berbeda dengan lima kota sebelumnya yang sudah dibuka tanpa batasan frekuensi, tiga kota itu masih terbatas tujuh penerbangan per pekan. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan bahwa pada masing-masing maskapai bisa melayani penerbangan tanpa batas ke Arab Saudi dan Indonesia. Sekarang sepuasnya, semampunya maskapai.

Lima kota tersebut yang bebas diterbangi oleh maskapai Arab, yaitu Medan, Makassar, Surabaya, Denpasar, dan Jakarta. Sedangkan lima kota di Arab Saudi yang bebas diterbangi oleh maskapai Indonesia, yakni Jeddah, Madinah, Riyadh, Dammam, dan Thaif. 

Khusus untuk Thaif, penerbangan masih sangat dibatasi maksimal 7 penerbangan dalam sepekan dengan alasan kesiapan Bandar Udara Thaif. Garuda Indonesia sudah mengajukan izin untuk bisa tambah frekuensi penerbangan. 

Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Maryati Karma menerangkan bahwa kesepakatan itu sudah berlaku efektif sejak tanggal 27 Januari lalu. Kesepakatan itu diperkuat dengan kehadiran Raja Salman ke Indonesia awal Maret ini. Kesepakatan tersebut berlaku hingga ada perubahan lagi.

Sejumlah maskapai Arab yang berminat untuk menambah frekuensi penerbangan dari dan ke Indonesia diantaranya adalah maskapai pemerintah Arab, Saudi Arabian Airines, dan Flynas, merupakan maskapai penerbangan murah dari Arab. Sedangkan untuk Indonesia di antaranya adalah  maskapai-maskapai yang sudah mengoperasikan penerbangan umrah, seperti Garuda, dan maskapai penerbangan yang akan membuka rute umrah. Arab Saudi menunjuk maskapai yang akan terbang ke sini. Sementara Indonesia sendiri bebas, ada lima maskapai. 

Sejumlah maskapai penerbangan nasional yang sudah membuka penerbangan umrah, di antaranya yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, dan AirAsia. Citilink mengoperasikan tiga penerbangan dalam sepekan dari Jakarta ke Jeddah dengan menggunakan pesawat Airbus A320 pada periode Desember 2016-Juni 2017. 

Lion memunyai 12 kali penerbangan dari Jakarta menuju ke Jeddah dalam sepekan. Juru bicara Lion, Andy Saladin, mengatakan bahwa perusahaannya itu akan mengkaji kesepakatan dua negara tersebut. Kami sangat menyambut gembira atas keputusan ini dan akan mencermati peluang yang telah disiapkan pemerintah.

Artikel lainnya »